![]() |
| Ardiansyah Bima, S.Pd |
Redaksi (MR) - Yang dinikahi bapakmu dengan
mahar kelicikan Dengan ijab-qabul politik kotor kekuasaan Lewat resepsi
hina diatas panggung demokrasi sampah Rakyat adalah anak-anak raja yang
lahir dari rahim pertiwi Yang lantas diterlantarkan oleh bapakmu yang
bernama Presiden, wakilnya, mentrinya, DPR, MPR, gubernur, bupati
Pejabat, pemerintah atau apalah.. Mereka-mereka adalah bapakmu yang
menghisap darah anak-anaknya sendiri demi mengisi perutnya dengan kertas
najis rendahan yang bernama uangMereka-mereka adalah bapakmu yang
memenggal kepala anak-anaknya sendiri demi mendudukkan pantatnya yang
kentut Diatas kursi yang bernama jabatan dan pangkat
Indonesia
adalah ibumu yang disunting pemerintah Pemerintah adalah bapak yang
bengis dan kejam, yang selalu sinis dan membenci kehidupan anak-anaknya,
Pemerintah adalah bapak pembunuh berdarah dingin, yang merencanakan,
mengatur siasat,menyusun program-program untuk menyiksa dan membunuh
massal anak-anaknya.. Pemerintah adalah bapak yang rakus mengunyah,
menelan dan memakan anak-anaknya sendiri ...
Indonesia adalah ibu
yang menyusuimu, Yang bapakmu membiarkannya dijamah kehormatannya,
digerayangi, disetubuhi paksa, dipelacuri kesuciannya,Dijarah
keperawanannya, bahkan diperkosa berjamaah Oleh anak tetangganya sendiri
Indonesia adalah ibu tercintamu, Yang kaya raya, cantik jelita, perawan
suci, dan baik hati Yang digilir untuk dikawini siapa saja demi harta
dan baju tahta Dicintai, disayangi dan diciumi wajahnya tapi dikibuli
ketulusannya Dicumbui dan dimain-maini kesetiaannya diatas ranjang
negara bermerek republik
Indonesia adalah ibu pelindungmu Yang
dipacari oleh anak-anaknya sendiri Yang dilamar, dan di iming-imingi
kebahagiaan, dijanji-janji kemakmuran, disumpah-sumpahi kebebasan dan
diproklamasikan kemerdekaanya ...
Indonesia adalah ibumu yang
sakitnya menganga dan menggeram di sekujur tubuh Yang lukanya beranak
kemana-mana Yang dukanya berteriak-teriak meminta tolongmu yang
penderitaanya terbentang dari kepala hingga ujung kaki Air matanya
adalah tsunami dan banjir Jeritannya adalah gempa dan letusan gunung
berapi
Rintihannya adalah tanah longsor dan kobaran api. Rakyat adalah anak-anak ibu Yang harus menjadi yatim hidupnya, piatu kemerdekaannya Karena dibuang oleh bapaknya kejalanan, kekolong jembatan. Ke desa-desa, ke kampung orang lain, kelokalisasi pelacuran, Ke tempat-tempat kumuh dan bahkan dilempar ke tong sampah. Rakyat adalah anak-anak kasih sayang ibu Yang disingkirkan, diusir dari rumahnya, dirampas warisannya Ditelanjangi martabatnya, diperhinakan seluruh sisi kemanusiaannya Dan masa depannya dipancung oleh bapaknya sendiri.
Indonesia adalah ibu sejatimu
Yang tumpah darahnya membesarkanmu
Yang mengandungmu selama berabad-abad
Yang pecah air ketubannya melahirkanmu
yang menyusuimu hingga kau dewasa dan durhaka
Yang tumpah darahnya membesarkanmu
Yang mengandungmu selama berabad-abad
Yang pecah air ketubannya melahirkanmu
yang menyusuimu hingga kau dewasa dan durhaka
Indonesia adalah ibumu
Sampai kapan kau menyakiti hatinya
Sampai kapan kau merendahkan martabatnya
Sampai kapan kau memukuli anak-anaknya,
Sampai kapan kau membiarkannya tersiksa
Tunggu ...
Sampai tuhan datang menamparmu satu-satu ...
Sampai kapan kau menyakiti hatinya
Sampai kapan kau merendahkan martabatnya
Sampai kapan kau memukuli anak-anaknya,
Sampai kapan kau membiarkannya tersiksa
Tunggu ...
Sampai tuhan datang menamparmu satu-satu ...

Posting Komentar