"Sebagai anggota Dewan yang digaji oleh rakyat, harusnya kerja
dong. Rapat paripurna saja tidak ada yang datang, padahal rapat
paripurna termasuk kegiatan kerja juga," kata Guntur kesal seraya keluar
dari ruang sidang paripurna DPRD, Senin (15/9/2014).
Rapat paripurna ini sedianya dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB.
Namun, rapat ditunda karena calon pimpinan DPRD belum sepakat atas
keputusan penyelenggaraan rapat paripurna tersebut.
Anggota DPRD DKI dari PDI Perjuangan, Dwi Rio, membantah adanya aksi boikot yang dilakukan oleh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih. Ia menjelaskan, semua perwakilan partai yang menghadiri rapat sudah berada di ruang sidang paripurna. Namun, tidak ada calon pimpinan DPRD yang hadir.
"Semua perwakilan (partai) datang. Dari PDI-P, Gerindra, PKS, Demokrat, Hanura, Golkar, Nasdem, PKB, PAN ada semua," kata Dwi Rio.
Anggota DPRD DKI dari PDI Perjuangan, Dwi Rio, membantah adanya aksi boikot yang dilakukan oleh partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih. Ia menjelaskan, semua perwakilan partai yang menghadiri rapat sudah berada di ruang sidang paripurna. Namun, tidak ada calon pimpinan DPRD yang hadir.
"Semua perwakilan (partai) datang. Dari PDI-P, Gerindra, PKS, Demokrat, Hanura, Golkar, Nasdem, PKB, PAN ada semua," kata Dwi Rio.
Rencananya, Jhonny akan bertemu dengan empat calon pimpinan DPRD pada pukul 13.00 WIB. Apabila pertemuan internal itu menemukan titik temu, maka rapat paripurna dapat dimulai kembali pada pukul 16.00 WIB. Intinya, dia mengatakan, PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan PKB telah menyepakati rapat paripurna ini.
Empat calon pimpinan DPRD DKI yang meminta penundaan rapat paripurna adalah Mohamad Taufik (Gerindra), Triwisaksana (PKS), Abraham Lunggana (PPP), dan Ferrial Sofyan (Demokrat).
Sumber : Kompas.com
Posting Komentar