Kota Bima (MR) – Arus Mudik Balik
Bagi Mahasiswa ke Kota Daeng (Kota Makassar) sebuah rutinitas yang dilakukan
oleh Mahasiswa daerah Kota Bima dan Sekitarnya setiap tahun. Penumpang Kapal
PELNI yang di luar daerah harus datang lebih awal agar tidak tertinggal oleh
Kapal, biasanya Keberangkatan Kapal tersebut sangat tepat waktu, molor terjadi
di luar kesengajaan oleh karena penumpangnya sangat banyak, itupun molornya
kurang lebih hanya 15 menit sebelum kapal di berangkatkan, bahkan para
penumpang yang jauh dari daerah tersebut rela bermalam di pelabuhan kota bima
karena mereka khawatir akan tertinggal oleh kapal
Berangkat dari itu tak seorangpun anggota kepolisian dan anggota dinas
perhubungan laut daerah pelabuhan kota bima yang mengatur para penumpang yang
henda naik di atas kapal PELNI sehingga terjadi saling dorong antara para
penumpang lainnya yang menyebabkan saling berdesak-desakkan naik di atas kapal.
Pada saat jumlah penumpang yang begitu luar biasa banyaknya sangat berpotensi
terjadi tindak kriminal yang dapat menyebabkan kurugian bagi para penumpang
lainnya dan yang menjadi pertanyaan besar jika hal itu sampai terjadi, siapa
yang bertanggung jawab, tentunnya dalam hal ini pihak Pelabuhan dan kepolisian
setempatlah yang memiliki tanggung jawab sebagai keamanan pelabuhan kota bima. Para mahasiswa dan
penumpang lainya rela berdesak-desakan naik di atas kapal PELNI dengan harga
tiketnya murah dari pada naik Pesawat Yang harga tiketnya sangat mahal yang
sulit di Jangkau oleh Para Mahasiswa dan penumpang lainnya. Hal tersebut tidak
akan terjadi saling dorong antara para penumpang jika sekiranya pihak dinas
perhubungan laut Pelabuhan Kota Bima dan kepolisian setempat selalu siap siaga
untuk membantu dalam mengatur serta memberi kenyamanan bagi para penumpang dan
calon penumpang yang hendak naik di atas kapal dan juga demi kelancaran arus
mudik balik di perairan pelabuhan kota bima.
Untuk menghindari segala
kemungkinan yang tidak di inginkan terjadi, pelayanan pihak terkait harus menerapkan
sistem manajemen pelabuhan kota bima yang sangat ketak mulai dari pemeriksaan
para penumpang pada saat masuk pintu pertama hingga naik di atas kapal dan
harus melewati ruangan penumpang. Penyaringan dan pengawasan para penumpang itu
sangatlah perlu dilakukan dengan di bantu oleh sarana dan prasarana pelabuhan
yang lengkap sehingga tidak terjadi saling dorong serta memberikan kenyamanan para
penumpang lainnya dalam berlayar.
Adapun struktur manajemen
Pelabuhan Kota Bima yang Siap di terapkan adalah sebagai berikut :
- Gerbang pertama masuknya para calon penumpang, pengantar, pengunjung dan para pedagang disertai pemerikasaan yang begitu ketat dan di kenakan biaya karcis masuk gerbang pelabuhan kota bima dengan tarif yang berbeda untuk setiap kendaraan roda empat, roda dua, pengantar, pengunjung dan pedagan,
- Tempat Parkir kendaraan yang teratur (di atur oleh juru parkir pelabuhan Kota Bima)
- Pelangarangan pedagan asongan untuk naik di atas Kapal PELNI
- Pintu penyaringan calon penumpang (yang di perbolehkan untuk masuk hanya memiliki tiket Kapal resmi dari PELNI dan tidak kadaluarsa) sistem pemeriksaan oleh petugas dan di bantu oleh pihak terkait untuk melayani pemeriksaan tike)
- Ketika para penumpang naik di atas Kapal, petugas pelabuhan dan di bantu oleh aparat kepolisian melakukan penjagaan dan pemeriksaan di sisi kiri dan kanan untuk menghindari saling dorong antara penumpang yang lain (Pintu naik dan turun kapal harus di kontrol serta di atur)
Posting Komentar