Home » » Pelayanan Pelabuhan Bima Kurang Memadai

Pelayanan Pelabuhan Bima Kurang Memadai

Written By Unknown on Kamis, 04 September 2014 | 03.55



Kota Bima (MR) – Arus Mudik Balik Bagi Mahasiswa ke Kota Daeng (Kota Makassar) sebuah rutinitas yang dilakukan oleh Mahasiswa daerah Kota Bima dan Sekitarnya setiap tahun. Penumpang Kapal PELNI yang di luar daerah harus datang lebih awal agar tidak tertinggal oleh Kapal, biasanya Keberangkatan Kapal tersebut sangat tepat waktu, molor terjadi di luar kesengajaan oleh karena penumpangnya sangat banyak, itupun molornya kurang lebih hanya 15 menit sebelum kapal di berangkatkan, bahkan para penumpang yang jauh dari daerah tersebut rela bermalam di pelabuhan kota bima karena mereka khawatir akan tertinggal oleh kapal  Berangkat dari itu tak seorangpun anggota kepolisian dan anggota dinas perhubungan laut daerah pelabuhan kota bima yang mengatur para penumpang yang henda naik di atas kapal PELNI sehingga terjadi saling dorong antara para penumpang lainnya yang menyebabkan saling berdesak-desakkan naik di atas kapal. Pada saat jumlah penumpang yang begitu luar biasa banyaknya sangat berpotensi terjadi tindak kriminal yang dapat menyebabkan kurugian bagi para penumpang lainnya dan yang menjadi pertanyaan besar jika hal itu sampai terjadi, siapa yang bertanggung jawab, tentunnya dalam hal ini pihak Pelabuhan dan kepolisian setempatlah yang memiliki tanggung jawab sebagai keamanan pelabuhan kota bima. Para mahasiswa dan penumpang lainya rela berdesak-desakan naik di atas kapal PELNI dengan harga tiketnya murah dari pada naik Pesawat Yang harga tiketnya sangat mahal yang sulit di Jangkau oleh Para Mahasiswa dan penumpang lainnya. Hal tersebut tidak akan terjadi saling dorong antara para penumpang jika sekiranya pihak dinas perhubungan laut Pelabuhan Kota Bima dan kepolisian setempat selalu siap siaga untuk membantu dalam mengatur serta memberi kenyamanan bagi para penumpang dan calon penumpang yang hendak naik di atas kapal dan juga demi kelancaran arus mudik balik di perairan pelabuhan kota bima.

Untuk menghindari segala kemungkinan yang tidak di inginkan terjadi, pelayanan pihak terkait harus menerapkan sistem manajemen pelabuhan kota bima yang sangat ketak mulai dari pemeriksaan para penumpang pada saat masuk pintu pertama hingga naik di atas kapal dan harus melewati ruangan penumpang. Penyaringan dan pengawasan para penumpang itu sangatlah perlu dilakukan dengan di bantu oleh sarana dan prasarana pelabuhan yang lengkap sehingga tidak terjadi saling dorong serta memberikan kenyamanan para penumpang lainnya dalam berlayar.
Adapun struktur manajemen Pelabuhan Kota Bima yang Siap di terapkan adalah sebagai berikut :
  1. Gerbang pertama masuknya para calon penumpang, pengantar, pengunjung dan para pedagang disertai pemerikasaan yang begitu ketat dan di kenakan biaya karcis masuk gerbang pelabuhan kota bima dengan tarif yang berbeda untuk setiap kendaraan roda empat, roda dua, pengantar, pengunjung dan pedagan,
  2. Tempat Parkir kendaraan yang teratur (di atur oleh juru parkir pelabuhan Kota Bima)
  3. Pelangarangan pedagan asongan untuk naik di atas Kapal PELNI
  4. Pintu penyaringan calon penumpang (yang di perbolehkan untuk masuk hanya memiliki tiket Kapal resmi dari PELNI dan tidak kadaluarsa) sistem pemeriksaan oleh petugas dan di bantu oleh pihak terkait untuk melayani pemeriksaan tike)
  5. Ketika para penumpang naik di atas Kapal, petugas pelabuhan dan di bantu oleh aparat kepolisian melakukan penjagaan dan pemeriksaan di sisi kiri dan kanan untuk menghindari saling dorong antara penumpang yang lain (Pintu naik dan turun kapal harus di kontrol serta di atur)


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. MR - Lambu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger